Seiring dengan semakin bajunya aplikasi digital yang sangat praktis dalam setiap aspek kehidupan kita (mulai dari navigasi jalanan lokal hingga ke rumah teman, hingga jumlah langkah yang Anda lewati setiap hari), kita seperti sudah tidak perlu lagi terlalu bergantung pada otak. Menggunakan aplikasi digital untuk semua kebutuhan harian kita mungkin tampak sebagai hal yang mudah, tetapi terlalu tergantung ke teknologi ternyata dapat memengaruhi kemampuan kognitif manusia.

"Demensia digital", istilah yang dibuat oleh peneliti saraf Jerman, Manfred Spitzer, digunakan untuk menjelaskan penggunaan teknologi digital secara berlebihan yang pada akhirnya menyebabkan gangguan kemampuan kognitif. Menurut Spitzer, terlalu bergantung ke teknologi digital dapat menyebabkan deteriorasi jalur memori jangka pendek disebabkan penurunan penggunaan otak. Spitzer bukan satu-satunya peneliti yang membangun hipotesis ini. Sekelompok peneliti dari Korea Selatan juga membangun kesimpulan yang sama, dengan menyatakan bahwa penggunaan telepon genggam secara berlebihan dapat mengganggu perkembangan otak.

Cara mencegah onset demensia digital

Tenaga kesehatan juga dapat menjadi mangsa demensia digital. Untuk menghindari demensia digital, berikut tiga kebiasaan yang harus dilakukan:

1. Selalu menggunakan otak terlebih dahulu

Dengan kemudahan teknologi di ujung jari, beberapa orang mungkin malas menggunakan otak, terutama untuk informasi yang faktual yang sangat mudah diakses melalui Google. Tidak terlalu yakin akan dosis paracetamol untuk anak berusia tiga tahun, atau makanan jenis apa yang dapat memengaruhi kerja warfarin? Lakukanlah beberapa kali pencarian di internet - tetapi coba untuk mengingat-ingatnya dulu, kemudian konfirmasi melalui online daripada langsung mencarinya. Berusaha mengingat informasi faktual demikian tidak hanya baik untuk otak, tetapi juga untuk Anda secara profesional, khususnya jika Anda berniat mengambil ujian spesialis untuk memperbaharui karir Anda.

Interaksi dengan pasien juga dapat melatih otak tenaga kesehatan. Misalnya, perawat dapat mencoba mengingat wajah keluarga pasien dalam bangsal yang mereka pegang, begitu juga dengan gangguan dan pencegahan yang dibutuhkan setiap pasien, daripada hanya bergantung pada papan penanda tempat tidur pasien. Terkadang tulisan tangan dapat disalahartikan, tetapi dengan menyimpan informasi dalam otak Anda, ini akan membuat Anda berhati-hati dan menghindari kesalahan fatal. Kunci utama yang bisa Anda ambil adalah gunakan otak sebanyak mungkin.

2. Batasi waktu penggunaan media elektronik

Anda mungkin akan tergoda untuk bermain Candy Crush atau menaikkan level Pokemon selama waktu jeda, tetapi waktu penggunaan media elektronik yang panjang telah banyak dihubungkan dengan peningkatan tingkat stress dan kegelisahan, yang pada akhirnya menurunkan kemampuan seseorang dalam memperhatikan sesuatu.

Pertama kali ditemukan oleh Spitzer untuk anak-anak muda, membatasi waktu penggunaan media elektronik bisa menjadi "penyembuh" otak agar bisa lebih berkonsentrasi dan berfokus. Batasi penggunaan hanya saat sangat dibutuhkan saja. Misalnya, hindari semua media elektronik (TV, komputer, telepon genggam) satu jam sebelum tidur agar tubuh bisa beristirahat terlebih dahulu. Atau ganti kebiasaan mengisi waktu luang Anda dengan membaca buku daripada bermain game.

3. Habiskan lebih banyak waktu di luar, melakukan aktivitas fisik

Olahraga aerobik dikenal baik untuk otak. Faktanya, olahraga sebentar selama 20 menit dapat meningkatkan kemampuan otak dalam memproses informasi dan fungsi memori. Apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa olahraga menyebabkan otak lebih cepat membentuk neuron penghubung baru. Untuk tenaga kesehatan yang mungkin merasa kesulitan untuk melakukan aktivitas fisik, mungkin Anda bisa mulai mempertimbangkan melakukan jalan-jalan singkat selama jam istirahat siang, atau setelah Anda menyelesaikan pekerjaan Anda.

Dalam dunia digital sekarang, media elektronik menjadi bagian penting dalam kehidupan kita dan kita merasa tidak bisa hidup tanpanya. Kuncinya adalah tidak terlalu bergantung pada teknologi. Sebagaimana pepatah yang menyebutkan "Use it or lose it". Kita semua dapat mencegah onset demensia digital. Kita hanya membutuhkan resolusi untuk melakukannya. MIMS

Bacaan lain:
Perawat: Cara berpikir kritis
Rasa takut kehilangan pada dokter
Mengapa Anda perlu hidup teratur untuk menjadi seorang dokter?
3 sumber jurnal gratis yang bisa dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan

Sumber:
http://www.alzheimers.net/2013-11-12/overuse-of-technology-can-lead-to-digital-dementia/
http://www.elmmagazine.eu/articles/what-exactly-is-digital-dementia
http://www.straitstimes.com/singapore/health/overuse-of-devices-and-digital-dementia
http://www.seattletimes.com/seattle-news/health/lsquodigital-dementiarsquo-for-our-screen-addicted-kids/