Menjadi seorang dokter umum atau dokter keluarga merupakan profesi yang berbeda dengan profesi lain. Dokter umum biasanya merupakan orang pertama yang akan dihubungi ketika pasien membutuhkan pertolongan medis. Berikut 10 jenis situasi yang malas dihadapi dokter umum:

1. Pasien yang mendiagnosis sendiri

"Hai dok, saya menderita Pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis, gejala saya adalah demam, batuk parah dan kehilangan nafsu makan."

Bagus jika pasien mengetahui nama penyakit - tetapi ingatlah, kita telah dilatih secara medis dan dengan kita merupakan orang yang memiliki kualifikasi medis, sehingga jangan terkecoh dengan diagnosis pasien dan periksa apakah pasien benar-benar menderita penyakit tersebut.

2. Pasien yang meresepkan sendiri

"Saya sudah menggunakan Cheratussin AC namun tidak begitu efektif, mungkin Anda perlu menggantinya dengan Chlorpheniramine."

Google bisa menjadi sumber informasi obat yang baik, dan dengan demikian pasien mungkin mengetahui nawa dan penggunaan obat resep. Namun sebenarnya ada banyak sekali nama obat dan akan bijaksana jika pasien berhenti berusaha mengingatkan obat apa yang baik untuk mereka. Resep obat lebih kompleks daripada kelihatannya dan pasien perlu mengingat bahwa kita belum berada di era dimana Google bisa mengalahkan dokter manusia.

3. Merasa dimanfaatkan

Selalu ada dilemma ketika pasien berpura-pura atau melebih-lebihkan penyakitnya demi mendapat bukti surat sakit. Tidak ada orang yang suka dimanfaatkan (dan memberi surat sakit pada pasien yang sehat merupakan hal yang tidak beretika!) maka situasi ini bisa menjadi satu masalah yang sulit diselesaikan.

4. Disiplin anak

Kita seringkali harus menghadapi sepasang ibu dan anak di ruang konsultasi dan kemudian, ibunya menjelaskan betapa tidak patuhnya anaknya, dan mengatakan bahwa inilah alasan sang anak menjadi sakit dan tidak bisa diam.

Yang harus kita lakukan adalah kita harus tetap menjaga profesionalitas kita dan jangan terbawa akan komentar sang ibu.

5. Pasien yang sering lupa

Ketika melakukan pemeriksaan ke kondisi pasien dan menanyakan diagnosis dan obat sebelumnya, pasien berada dalam kondisi tidak ingat sama sekali (untuk kesepuluh kalinya) - kondisi ini bukan hanya terjadi pada pasien dengan demensia tetapi juga pada pasien yang tidak peduli akan kesehatan dan pengobatannya.

6. Kesalahan profesi

Ketika dokter mulai batuk (meskipun mungkin hanya karena tersedak sesuatu), orang-orang mengasumsikan bahwa dokter ini "terinfeksi virus dari pasien." Dokter merupakan orang yang higienis. Mungkin saja mereka terinfeksi saat bekerja, tetapi bisa juga mereka tertular ketika sedang pergi bersama teman. Tidak adil jika profesi selalu menjadi yang pertama disalahkan.

7. Pasien yang memeriksakan diri kesana-kemari

Mungkin normal jika Anda pergi kesana-kemari saat berbelanja. Namun, datang periksa ke beberapa dokter dalam waktu dekat tidak membantu pasien menyelesaikan masalah kesehatannya. Faktanya, campuran obat bisa menimbulkan efek samping dan inefektivitas obat, yang akhirnya malah memperburuk kondisi kesehatan seseorang.

8. Pasien yang menghakimi

Beberapa pasien berpikir bahwa dokter muda tidak memiliki banyak pengalaman dan tidak pandai dibanding dokter yang sudah tua, dan bahkan mereka juga bisa mulai membanding-bandingkan jenis kelamin dokter. Dan terkadang mereka menyatakannya secara langsung yang bisa membuat keseluruhan suasana menjadi sangat tidak enak.

9. Sibuk saat mendekati waktu tutup

Setelah duduk seharian, dengan hanya sedikit pasien yang datang, bisa jadi menyebalkan jika sejumlah besar pasien datang ketika sudah mendekati waktu tutup. Terkadang momen ini bisa menjadi momen yang paling sulit dan terasa amat panjang.

10. Mengatakan bahwa Anda berprofesi sebagai dokter demi uang

Sama seperti pekerjaan lain yang sangat dihargai dengan gaji tinggi, stereotipe yang ada adalah dokter bekerja (hanya) demi uang. Tidak semua dokter bekerja demi uang, kami berada dalam profesi ini karena kami cinta apa yang kami kerjakan. Semangat kami adalah membuat perubahan dalam kehidupan seseorang. MIMS

Bacaan lain:
Ketika pasien tidak memahami maksud dokter
Bagaimana cara menghadapi pasien yang marah?
3 alasan mengapa basa-basi penting dalam dunia medis
Dokter: Apakah pasien Anda takut akan jarum suntik? Cobalah buat mereka batuk
Tenaga kesehatan: Membuat kesalahan dan mencari masukan