'WanaCrypt0r 2.0' berhasil melumpuhkan berbagai sistem komputer di dunia, menyebabkan komputer dan data terenkripsi dan meminta uang tebusan.

Virus ini menyerang banyak rumah sakit di Inggris pada 12 Mei, dan menyebabkan jaringan telepon mati, janji periksa dibatalkan dan pasien menjadi berpaling.

NHS Digital, yang menangani keamanan cyber mengatakan bahwa serangan ini menggunakan bentuk malware Wanna Decryptor, dan menunjukkan gambar pada komputer NHS dan meminta uang tebusan sebesar USD300 menggunakan Bitcoin, dengan tulisan: "Ooops, your files have been encrypted!"

Tiga hari kemudian, uang tebusan naik menjadi USD600 dan jika tidak dilakukan pembayaran dalam waktu satu minggu, file akan dihapus. Hal ini disebut sebagai tindakan "rendahan", menurut Ori Eisen, pendiri firma Trusona cybersecurity di Scottsdale, Arizona.

Ahli dan pemerintah juga memberi peringatan kepada para hacker karena meskipun perusahaan sudah membayar, namun tidak ada garansi file yang sudah dienkripsi akan dilepaskan.

NHS hanya melayani pasien darurat, membatalkan janji

Rumah sakit di London, Barat Laut Inggris dan daerah lain di Inggris - yang menghadapi tekanan finansial dan publik tahun ini - melaporkan adanya masalah dan meminta pasien pulang kecuali ada kondisi darurat. Tidak ada masalah dilaporkan di Skotlandia dan Wales.

Semua rumah sakit mematikan semua sistem komputer sebagai tindakan protektif dan diminta untuk menghentikan aktivitas non-darurat. Rumah sakit yang berhasil dilumpuhkan juga membatalkan semua janji rutin dan mengalihkan ambulans ke rumah sakit tetangga.

Teknisi diminta untuk secepatnya mengembalikan network rumah sakit dan melindungi komputer yang digunakan untuk tujuan industri, bank, pemerintah, dan transportasi.

Serangan ini belum pernah terjadi sebelumnya dan membuat Microsoft harus segera mengubah kebijakannya, dan mengeluarkan sistem pengamanan secara gratis untuk sistem Windows lama yang digunakan oleh jutaan individu dan bisnis yang lebih kecil.

Serangan selanjutnya diasumsikan sudah diluncurkan, kata ahli

Pertemuan darurat pada 13 Mei menemukan bahwa sati dari lima kelompok Pelayanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) sudah terpengaruh.

Sekretaris Amber Rudd mengatakan 48 NHS trust sudah terpengaruh dan hampir semua (sisa 6 trust) sudah kembali normal. Meskipun demikian, Eisen mengatakan semua pengguna komputer harus mengasumsikan bahwa serangan "ransomware" selanjutnya yang lebih besar sudah diluncurkan, hanya belum bermanifestasi.

"Sekarang, ada 10.000 komputer," kata Eisen. "Tidak ada batasan kapan itu terjadi, bisa jadi besok dan langsung menyerang 100 juta komputer," tambahnya.

Ransomware pertama berhasil dihentikan secara tidak sengaja 

Map shows countries affected in first few hours of cyberattack, according to Kaspersky Lab research, as well as Australia, Sweden and Norway, where incidents have been reported since. Photo credit: Kaspersky Lab's Global Research & Analysis Team
Map shows countries affected in first few hours of cyberattack, according to Kaspersky Lab research, as well as Australia, Sweden and Norway, where incidents have been reported since. Photo credit: Kaspersky Lab's Global Research & Analysis Team


Serangan pertama berhasil dihentikan oleh Marcus Hutchins (22 tahun) pada 14 Mei lalu, dengan secara tidak sengaja memencet "tombol pembunuh". Hanya dibutuhkan waktu beberapa jam untuk menghentikan penyebaran, yang sudah menyebar ke lebih dari 200.000 korban di seluruh 150 negara.

Dikenal sebagai Malware Tech, Hutchins berusaha menghentikan serangan dengan mendaftarkan nama domain yang digunakan oleh malware.

"Intinya mereka bergantung pada domain yang belum didaftarkan dan dengan mendaftarkan domain ini, kami bisa menghentikan penyebarannya," kata Hutchins. Namun ia masih memperingatkan orang-orang untuk "memperbaharui sistem mereka secepatnya" untuk menghindari penyerangan.

"Krisis ini belum usai, mereka bisa dengan mudah mengubah kode ini dan mencoba lagi," tambahnya.

Pemerintah memburu pelaku di balik serangan tersebut

Penyidik internasional juga memburu pelaku dibalik serangan cyber yang disebut sebagai serangan cyber terbesar sepanjang sejarah.

"Serangan ini belum pernah terjadi sebelumnya dan dibutuhkan penyelidikan internasional yang sangat kompleks untuk mengidentifikasi pelakunya," kata Europol, agen kepolisian Eropa.

"Ini merupakan serangan cyber paling signifikan," kata Direktur Europol, Rob Wainwright. "Belum pernah ada yang sebesar ini... Kejadian ini membangunkan kami, saya pikir semua sektor harus mempertimbangkan keamanan cyber sebagai priotitas utama." MIMS

Bacaan lain:
Serangan bom kimia di Suriah: AS akan mengambil tindakan
Tikus tidak sama dengan manusia: Evaluasi penggunaan hewan uji dalam penelitian klinis
Pembiayaan dari industri bisa jadi kontraindikasi dengan tujuan penelitian kontrol infeksi
WHO ingin mengubah terapi Infeksi Menular Seksual (IMS) karena tingginya angka kejadian resistensi antibiotik


Sumber:
https://www.statnews.com/2017/05/12/uk-hospitals-cyberattack/
https://www.statnews.com/2017/05/13/global-ransomware-attack-slows/
https://www.nst.com.my/lifestyle/bots/2017/05/238764/researcher-finds-kill-switch-cyberattack-ransomeware
http://www.telegraph.co.uk/news/2017/05/14/revealed-22-year-old-expert-saved-world-ransomware-virus-lives/
https://www.nst.com.my/world/2017/05/238930/manhunt-hackers-behind-global-cyberattack
http://abcnews.go.com/International/global-cyberattack-hit-100000-organizations-150-countries/story?id=47400573
https://www.theguardian.com/technology/2017/may/12/nhs-ransomware-cyber-attack-what-is-wanacrypt0r-20