Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Shoukhrat Mitalipov, seorang ahli biologi reproduksi di Universitas Kesehatan dan Ilmu Pengetahuan Oregon, baru-baru saja dirilis dan tidak terduga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah embrio manusia akan menerima gen sintetik, setelah mengeliminasi gen termutasi yang sudah bisa ditemukan dalam genom embrio, menggunakan teknologi CRISPR.

Meskipun sebagian hasil penelitian sudah dibocorkan minggu lalu yang mengarahkan ke pernyataan bahwa 'perancang bayi' merupakan sesuatu yang mungkin, namun laporan yang dipublikasi dalam Nature di tanggal 2 Agustus 2017 menunjukkan bahwa peneliti sebenarnya tidak bisa memasukkan gen buatan laboratorium.

Mitalipov mengatakan bahwa "DNA eksternal" yang dimasukkan ke embrio "tidak pernah digunakan" dan bahwa ia menemukan sesuatu yang "sangat mengagetkan" dan "dramatis". Eksperimen ini dilakukan pada waktu yang sama dengan saat telur ini difertilisasi dan dengan gen termutasi, MYBPC3, dari sperma yang diperoleh dari seorang pria dengan kardiomiopati hipertropi.

Meskipun demikian, apa yang ditemukan peneliti lebih dari sekedar suplai gen, namun juga embrio ini bisa mengopi gen sehat ibu dan menggabungkannya dengan genom sang ayah.

Intervensi ini dilakukan pada setiap dari 112 embrio yang diuji. "Ini merupakan penemuan utama penelitian kami," kata Mitalipov. Preferensi alami embrio untuk gen orangtua "sangat kuat, dan mereka tidak menggunakan apapun", jelasanya.

Ilmuwan mencari cara untuk mengerjakan hal ini

Meskipun penelitian ini menunjukkan bahwa pencegahan penyakit merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan daripada yang dibayangkan sebelumnya, namun hasil ini menggaris bawahi bahwa gen "buruk" orangtua bisa dieliminasi dan digantikan dengan gen "baik" dari orangtua lain, dengan efisien dan kemungkinan dengan sangat sedikit efek pada sisa genom lainnya.

Meskipun demikian, penelitian ini cukup untuk mengeliminasi mutasi penyebab penyakit dari embrio dan tentu saja, generasi selanjutnya. Selain itu, sebagaimana yang dijelaskan oleh Mitalipov, "mayoritas pasien" dengan mutasi penyebab penyakit "memiliki pasangan dengan gen sehat."

Dana Carroll dari Universitas Utah yang mengembangkan satu dari teknologi edit gen pertama, zinc fingers, mengatakan, "Saya pikir ini merupakan penemuan yang mengecewakan. Kecuali ada cara untuk mendorong penggunaan cetakan yang membetulkan, kemampuan untuk memperkenalkan hal spesifik tertentu, perubahan sekuens yang diinginkan bisa dieliminasi."

Meskipun demikian, ia mengatakan "mungkin jika menggunakan cetakan DNA rantai ganda, bukan oligo rantai tunggal pendek, akan menjadi lebih efektif karena akan lebih mewakili gen serupa, homolog."

Meskipun ada kegagalan penelitian, kritiknya tidak cukup memuaskan

Ada pengetahuan baru yang berhasil ditunjukkan dalam penelitian ini, yang menyatakan bahwa kemunculan 'perancang bayi' mungkin lebih sulit dari yang dibayangkan, dan memicu timbulnya berbagai kritik. "Kami harus mempertimbangkan manfaat medisnya" dari memperbaiki mutasi embrio "dibandingkan risiko sosial manusia," kata Marcy Darnovsky, direktur eksekutif Pusat Genetik dan Komunitas.

Ia percaya bahwa keberadaan teknologi seperti pemeriksaan embrio IVF melalui diagnosis genetik pre-implan, orangtua dengan gangguan genetik masih bisa memiliki anak-anak sehat dan dengan demikian edit gen CRISPR tidak diperlukan.

Meskipun ia mengatakan, "Saya pikir tidak ada alasan untuk meragukan bahwa Mitalipov atau yang lain akan mencari cara lain untuk prosedur ini, untuk memungkinkan lebih banyak gangguan genetik ekstensif." Banyak kelompok agama juga menolak penciptaan embrio manusia untuk penelitian dan fakta bahwa peneliti menghancurkan embrio setelah penelitian mereka, yang dianggap sebagai pembunuhan.

Meskipun hampir semua bagian di Amerika menolak jenis penelitian ini dan peraturan pemerintah juga melarang implan genetik embrio ke uterus, namun Mitalipov mengatakan, "sayangnya, teknologi ini hanya bisa digunakan di negara yang tidak melarang."

Masih perlu waktu sebelum teknologi ini bisa diterapkan

Polling yang dilakukan oleh STAT dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Harvard T.H. Chan menyatakan bahwa hampir semua orang nyaman hanya pada teknologi yang bisa digunakan untuk mencegah penyakit dan tidak menciptakan manusia dengan kekuatan genetik khusus.

Selain itu, meskipun beberapa penelitian bisa mengidentifikasi beberapa gen yang berhubungan dengan ciri seperti peningkatan kepintaran atau kemampuan atletik, namun masih sangat langka. Dengan demikian, untuk memberikan intervensi demikian ke embrio juga berarti gen harus dibuat di lab dan kemudian diinjeksikan yang, dalam penelitian ini, mengalami kegagalan.

Menurut Neville Sanjana, seorang bioteknologi di Pusat Genom New York, outcome eksperimen sesuai dengan harapan karena "kemungkinan inilah bagaimana perbaikan DNA muncul – untuk memperbaiki kromosom yang rusak dengan kromosom lain."

Dengan demikian, "untuk menciptakan gen baru," Fredrik Lanner, dari Rumah Sakit Universitas Karolinska di Swedia mengatakan, "Anda harus menargetkan DNA tiruan" dengan CRISPR. MIMS

Bacaan lain:
Peneliti Amerika menggunakan CRISPR untuk memodifikasi embrio manusia
Ilmuwan Cina memimpin edit gen-CRISPR pada manusia untuk pertama kalinya di dunia
FDA menghentikan penelitian obat leukemia setelah ada empat pasien meninggal

Sumber:
https://www.statnews.com/2017/08/02/crispr-human-embryos-experts-take/ 
https://www.statnews.com/2017/08/02/crispr-designer-babies/